jurubicara.com-Yogyakarta. Audiensi pendengar anda siapa sih adalah sebuah pertanyaan yang harus dijawab dengan tuntas oleh semua publik speaker yang handal. Tanpa mengetahu siapa saja audiensi pendengar, maka potensi kegagalan saat menyampaikan presentasi semakin besar. Tetapi, dengan mengetahui siapa audiensi pendengar anda dengan baik, maka kemungkinan besar anda akan sukses ketika menyampaikan presentasi.
Audiensi pendengar mencakup semua pihak yang terlibat di dalam seluruh rangkaian penyelenggaraan acara. Dengan pengertian ini, maka audiensi pendengar bukan sekedar massa yang hadir di dalam acara selama pertemuan diselenggarakan. Audiensi pendengar mencakup pihak penyelenggara, panitia panyelenggara, peserta acara, dan pihak yang mensponsori penyelenggaraan acara.

Ketahui Siapa Audiensi Pendengar
Artikel publik speaking ini ditulis berdasarkan kisah nyata. Gagasan penulisan artikel ini lahir setelah penulis menyaksikan dengan mata kepala sendiri, sebuah kecerobohan yang dilakukan oleh seorang publik speaker. Tolong diperhatikan, bahwa penekanan akan pentingnya mengetahui siapa audiensi pendengar berlaku bagi siapapun dan di dalam situasi apapaun. Jadi, hal ini berlaku baik bagi pembicara publik maupun di dalam dialog antar pribadi.
Pembicara yang baik harus mengetahui siapa-siapa saja orang yang mendengarkan presentasi yang disampaikan. Hal-hal yang harus diketahui minimal adalah pekerjaan, bidang kompetensi, instansi yang diwakili oleh para audiens. Hal ini sangat penting, supaya kredibilitas sang pembicara dapat terjaga dengan baik.
Suatu waktu, saya mendengar seseorang sedang berbicara dengan penuh rasa bangga. Dia menyampaikan hal-hal yang telah dilakukannya dalam suatu proyek. Sebenarnya, proyek ini adalah proyek kemitraan, yang dikerjakan oleh banyak pihak dan bekerja sama dengan banyak pihak juga.

Ketahui Siapa Audiensi Pendengar- Belajar Dari Kesalahan
Nah, sang pembicara ini memang hadir terlambat dalam pertemuan resmi ini. Sehingga, dia tidak sempat mengetahui dengan baik, siapa-siapa saja pihak yang hadir sebagai peserta acara. Jadi, sebenarnya, sudah ada dua kesalahan fatal yang terjadi dalam kasus ini.
Pertama, kesalahan karena datang terlambat. Keterlambatan membuat kita tidak tahu perkembangan acara sejak awal sampai kehadiran kita. Tentu, hal ini adalah sebuah kesalahan yang sangat disayangkan.
Kedua, kesalahan berbicara tanpa mengetahui siapa audiens. Dengan penuh percaya diri, dalam komunikasi dialogis ini, sang pembicara publik menyampaikan laporan tentang prestasi secara berlebihan. Kesalahan utamanya adalah dia tidak tahu bahwa orang yang sedang dia ajak berbicara, sesungguhnya, adalah pihak yang justru menjadi penyelenggara proyek yang dimaksudkannya.
Jadi, orang yang berbicara dengan penuh keyakinan diri ini tidak sadar bahwa dia sedang mempermalukan dirinya sendiri. Karena, sang penyelenggara paham benar, bagaimana sebenarnya proyek itu dikerjakan, siapa yang mengerjakan, dengan cara bagaimana dikerjakan, dan siapa saja yang terlibat dalam proyek ini.

Tips Public Speaking- Ketahui Siapa Audiensi Pendengar
Salah satu rahasia kekuatan presentasi adalah dengan mengetahui siapa sebenarnya orang yang mendengarkan perkataan, presentasi atau laporan kita. Dengan mengetahui siapa audiens yang mendengarkan presentasi kita, sebenarnya kita sedang menyajikan persembahan presentasi yang terbaik.
Hal-hal yang harus diketahui dari audiens mencakup hal-hal yang menjadi kebutuhan utama acara, siapa yang menjadi penyelenggara acara, siapa saja yang menjadi peserta, dimana acara diselenggarakan, target apa yang hendak dicapai dalam acara ini. Tambahan lagi, hal-hal yang harus diketahui dari audiens adalah: siapa saja pembicara yang hadir, format acara, siapa tokoh utama/ketua atau yang dituakan dalam acara ini.
Pembicara yang baik adalah pembicara yang mampu mengetahui siapa sebenarnya audiensi pendengar-nya, kebutuhan utama acara, latar belakang acara dilakukan, tujuan dari penyelenggara acara. Tentu, masih banyak hal lain yang perlu diketahui terkait dengan siapa audiens kita. Dan, semua hal-hal yang perlu diketahui ini pantas untuk diupayakan jauh sebelum tampil di hadapan publik. (Bertinus Sijabat- Penulis Buku: Most Valuable Speakers. Belajar Berbicara Dari Pembicara Hebat.)






Leave a Reply