Jurubicara.com-Kursus Public Speaking Di Yogyakarta. Pembicara efektif dengan sikap pencerita yang baik berbicara tentang kemampuan menyampaikan cerita secara elegan di hadapan audiens pendengar. Sikap pencerita yang baik menjadi istimewa, karena cerita yang disampaikannya dapat memberikan dampak dahsyat kepada audiens pendengar.
Story Telling adalah salah satu metode presentasi yang efektif. Mengapa? Karena cerita yang disampaikan dengan baik akan mudah diingat oleh audiens pendengar. Bahkan, seringkali terjadi bahwa materi presentasi yang paling diingat dengan baik oleh audiens pendengar pasca presentasi adalah cerita.
Pembicara Efektif Dengan Sikap Pencerita Yang Baik di depan audiens pendengar
Pembicara Efektif Dengan Sikap Pencerita Yang baik Ala Paul Smith
Paul Smith, penulis buku “Lead With A Story” adalah pembicara efektif yang merekomendasikan penggunaan cerita saat menyajikan materi presentasi. Menurut pembicara handal yang dikenal sebagai pencerita ini, story telling yang baik harus disampaikan selaras dengan sikap pencerita yang baik pula.
Sebagai pembicara efektif yang dikenal secara luas, Paul Smith mengungkapkan tiga rahasia sikap pencerita yang baik. Formulasi sikap pencerita yang baik meliputi kemampuan menyajikan cerita dengan percaya diri, kemampuan menyajikan cerita secara langsung, dan kemampuan menyajikan cerita sesuai konteks.

Pembicara Efektif Dengan Sikap Pencerita Yang Baik-Sajikan Cerita dengan Percaya Diri
Sikap pencerita yang baik adalah dengan menyajikan cerita dengan percaya diri. Pembicara yang efektif tidak perlu meminta maaf sebelum menyampaikan sebuah cerita. Justru, pembicara yang efektif harus paham bahwa cerita yang disajikannya adalah sebagai rangkaian yang tak terpisahkan dari materi presentasi.
Ketika seorang pembicara menyampaikan permohonan maaf saat hendak menyajikan sebuah cerita, pada saat yang sama, dia sedang mengungkapkan bahwa cerita yang disampaikannya kurang berharga. Jika sang pembicara merasa bahwa cerita yang disampaikan itu penting, bernilai, dan bermakna, maka sajikanlah dengan penuh percaya diri. Audiens pendengar layak menikmati cerita yang bermutu dari pembicara efektif dengan sikap pencerita yang positif.

Pembicara Efektif Dengan Sikap Pencerita Yang Baik-Sajikan Secara Langsung
Segera sajikan cerita anda. Tidak perlu membumbuinya dengan kata-kata klise,”Ada sebuah cerita”. Cerita yang baik tidak terpisah dari materi presentasi, sehingga sebaiknya disajikan dengan jelas dan lugas.
Sajikan cerita dengan perspektif yang benar. Jangan menyampaikan cerita dengan perspektif orang ketiga. Sajikan cerita anda secara langsung, segera, dan saat itu juga. Hal ini akan membuat audiens larut di dalam kisah motivasi yang sedang anda sampaikan. Situasi ini sangat konstruktif karena membuat audiens menyatu dengan kisah motivasi tanpa menyadarinya.

Pembicara Efektif Dengan Sikap Pencerita Yang Baik-Sajikan Sesuai Konteks
Pembicara efektif berbicara sesuai konteks materi presentasi yang disajikannya. Hal ini berarti cerita yang disampaaikan adalah cerita yang terkait, berhubungan erat, dan saling menguatkan dengan materi presentasi.
Pembicara efektif berbicara secara sistematis, terencana dan terkendali dengan baik. Kisah motivasi yang disajikan memang sudah didesain sejak awal untuk merekatkan materi presentasi ke dalam benak audiens pendengar.
Jadi, ketika menyajikan kisah motivasi, pembicara efektif sudah paham bahwa audiens pendengar akan memahami maknanya dengan lebih baik. Oleh karena itu, persiapkanlah kisah motivasi yang sebangun dengan materi presentasi. Jangan menyampaikan kisah motivasi di luar konteks materi presentasi.

Tips Public Speaking- Pembicara Efektif Dengan Sikap Pencerita Yang Baik
Pembicara efektif dengan sikap pencerita yang baik harus berani menyampaikan kisah motivasi dengan percaya diri. Sang pembicara handal ini memang mendesain cerita yang bermakna sejak awal persiapan materi presentasi.
Kemudian, pembicara efektif dengan sikap pencerita yang baik harus berani menyampaikan kisah motivasi secara langsung. Jangan katakan itu sebagai sebuah cerita, sebaliknya, ceritakan langsung,sehingga audiens pendengar menyatu dengan kisah motivasi yang anda sajikan.
Terakhir, pembicara efektif dengan sikap pencerita yang baik harus berani menyampaikan kisah motivasi sesuai konteks materi presentasi. Jangan sampaikan cerita yang mengandung makna yang bias, makna yang bertentangan, dan berbeda dengan materi presentasi anda. (Bertinus Sijabat-jurubicara.com)






Leave a Reply