Kekuatan Otoritas Sang Pembicara Publik

kekuatan otoritas sang pembicara publik ketika tampil berbicara di depan umum
kekuatan otoritas sang pembicara publik ketika tampil berbicara di depan umum

Jurubicara.com-Yogyakarta. Kekuatan otoritas sang pembicara publik adalah salah satu rahasia keberhasilan yang sangat penting saat berbicara di depan umum. Kekuatan otoritas sang pembicara publik adalah modalitas penting yang harus dipahami dengan sangat baik, sehingga dapat dipergunakan dengan sangat baik pula.

Dengan kekuatan otoritas ini, maka seorang pembicara publik akan memiliki legitimasi, kuasa, dan wibawa yang istimewa saat tampil berbicara di depan umum. Tanpa kekuatan otoritas, maka keumungkinan besar, sang pembicara publik akan gagal di dalam menyampaikan materi presentasi dengan optimal.

Kekuatan Otoritas Sang Pembicara Publik Di Depan Umum
Kekuatan Otoritas Sang Pembicara Publik Di Depan Umum

Kekuatan Otoritas Sang Pembicara Publik

Pembicara publik yang berbicara dengan kekuatan otoritas memiliki kepercayaan diri yang tinggi, memiliki pengaruh yang luar biasa, dan memiliki penampilan puncak yang istimewa. Mengapa? Karena dengan menggunakan kekuatan otoritas yang dimilikinya, sang pembicara publik akan mampu memberikan presentasi dengan cara yang berbeda!

Sebaliknya, sang pembicara publik yang tidak memahami kekuatan otoritas pada saat berbicara di depan umum, justru dapat mengalami tekanan mental dan psikologis yang luar biasa. Mengapa? Karena sang pembicara publik yang tidak menggunakan kekuatan otoritas akan sangat sulit mendapatkan perhatian, pengaruh dan penghargaan dari audiensi pendengar.

kekuatan otoritas sang pembicara publik sebuah pengalaman pribadi
kekuatan otoritas sang pembicara publik sebuah pengalaman pribadi

Kekuatan Otoritas Sang Pembicara Publik Sebuah Kisah Pengalaman Pribadi

Rahasia kekuatan otoritas sang pembicara publik ini saya peroleh pada saat awal mulai terjun di dalam dunia public speaking. Saat itu, saya mendapatkan sebuah kehormatan untuk tampil berbicara di dalam sebuah acara syukuran wisuda lulusan pasca sarjana UGM.

Sebelumnya, saya sudah memperoleh informasi mengenai siapa saja audiensi pendengar yang akan hadir di dalam acara ini. Jumlah audiensi pendengar sekitar 40 orang. Audiensi pendengar adalah teman-teman sang wisudawati, baik teman-teman kuliah dan kolega terdekat.

kekuatan otoritas sang pembicara publik ketika tampil berbicara di depan umum
kekuatan otoritas sang pembicara publik ketika tampil berbicara di depan umum

Kekuatan Otoritas Sang Pembicara Publik Sebuah Kejutan Yang Menggentarkan

Sebagaimana seorang pembicara publik, saya hadir di tempat acara sekitar 30 menit sebelum acara puncak di mulai. Jadi, saya masih memiliki kesempatan untuk mengenal audiensi pendengar dan mengetahui latar belakang mereka secara lebih baik.

Namun, pada titik ini justru saya mengalami kejutan yang menggentarkan hati. Saya mengetahui bahwa ternyata para audiensi pendengar bukanlah orang-orang biasa dengan kualifikasi yang biasa. Justru, audiensi pendengar saya adalah para pesohor dengan kualifikasi pendidikan dan pengalaman yang luar biasa.

Para audiensi pendengar saya adalah pimpinan puncak lembaga keagamaan, dosen, dan pembicara publik yang sudah makan asam garam selama puluhan tahun. Latar belakang pendidikan mayoritas audiensi pendengar saya adalah pascasarjana S2 dan S3. Aduh…!

Kekuatan Otoritas Sang Pembicara Publik Waktu berbicara di depan umum
Kekuatan Otoritas Sang Pembicara Publik Waktu berbicara di depan umum

Saat itu, saya merasa bahwa justru merekalah yang lebih tepat sebagai pembicara, bukan saya. Namun, faktanya, saya yang baru saja lulus S1, malah justru yang diberikan kesempatan sebagai pembicara publik yang utama. Jujur, saya jadi kurang nyaman dan kurang percaya diri ketika menyadari hal itu.

Kekuatan Otoritas Sang Pembicara Publik Sebuah Kisah Pembukaan Presentasi

Saat tampil berbicara di depan umum waktu itu, saya merasakan adanya tekanan psikologis yang teramat berat. Di satu sisi saya adalah pembicara publik pemula dan di sisi lain, audiensi pendengar adalah pembicara publik profesional. Dari latar belakang pendidikan saya adalah junior dan dari sisi usia juga saya adalah yang paling muda dari semua audiensi pendengar.

Tetapi, keberadaan saya sebagai seorang pembicara publik di dalam acara ini adalah sebuah kehormatan. Saya tidak mungkin membatalkan kesepakatan dan komitmen yang telah disepakati sebelumnya. Walau hati terasa berat, walau situasi sangat menekan, walau segala kemungkinan terburuk  bisa saja terjadi di depan mata. Apapun dan bagaimanapun keadaannya, saya memutuskan untuk melanjutkan perjuangan saya sebagai seorang pembicara publik!

Kekuatan Otoritas Sang Pembicara Publik
Kekuatan Otoritas Sang Pembicara Publik

Saya membuka presentasi dengan meminta maaf kepada audiensi pendengar. Saat itu, saya mengatakan,”Sebenarnya, saya tidak pantas berdiri di hadapan bapak/Ibu, karena saya masih sangat muda di dalam usia, pendidikan, dan pengalaman. Justru, Bapak/Ibu yang lebih pantas berbicara di depan podium ini. Saya minta maaf atas hal itu.”

Setelah itu, saya menyampaikan materi presentasi seperti yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Saya menyampaikan materi presentasi dengan gaya berbicara yang berapi-api, dengan bahasa yang sederhana, dan dengan tiga poin utama. Ternyata, tidak ada kendala berarti yang saya alami pasca pembukaan presentasi awal yang tampak sangat berat!

kekuatan otoritas sang pembicara publik cara berbicara di depan umum
kekuatan otoritas sang pembicara publik cara berbicara di depan umum

Kekuatan Otoritas Sang Pembicara Publik Sebuah Kisah Apresiasi

Menurut pengamatan saya, para audiensi pendengar juga menikmati presentasi dengan baik. Para audiensi pendengar memberikan aplaus, apresiasi, dan antuasiasme tersendiri. Bahkan, pada saat jamuan makan malam, sang tuan rumah memberikan pujian tersendiri atas materi presentasi dan penampilan saya.

Seusai acara, sang mentor public speaking saya memberikan  masukan positif dan konstruktif bagi saya. Menurut beliau, secara keseluruhan: penampilan, pesan, dan cara penyampaian sudah baik. Tetapi, satu hal yang tidak boleh diulangi adalah permohonan maaf yang berlebihan pada saat pembukaan presentasi! Pada artikel public speaking berikutnya, saya akan bagikan alasan mengapa permohonan maaf yang berlebihan ini tidak boleh dilakukan. (Bertinus Sijabat-jurubicara.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*