Gaya Bicara Juru Bicara Yang Ideal

gaya bicara juru bicara yang ideal menjadi pembicara yang efektif
gaya bicara juru bicara yang ideal menjadi pembicara yang efektif

jurubicara.com-training public speaking di Yogyakarta. Bagaimanakah gaya bicara juru bicara yang ideal? Menurut anda, adakah gaya bicara juru bicara yang ideal? Jawaban atas pertanyaan ini dapat menjadi referensi bagi anda yang sedang mencari sosok juru bicara yang ideal.

Setiap juru bicara memiliki keistimewaan, kelebihan, dan kecendrungan tersendiri ketika sedang menyampaikan pesan kepada audiens pendengar. Dan, jika mau jujur, akan sulit untuk menentukan gaya bicara juru bicara yang manakah yang paling ideal.

Menurut pengamatan sederhana, setidaknya ada 3 gaya bicara juru bicara yang paling dominan. Pertama, gaya bicara soft atau kalem. Kedua, gaya bicara yang antusias. Lalu, yang ketiga adalah perpaduan antara soft dan antusias.

gaya bicara juru bicara yang ideal menjadi pembicara yang efektif
gaya bicara juru bicara yang ideal menjadi pembicara yang efektif

Gaya Bicara Juru Bicara Yang Ideal-Soft atau kalem

Juru bicara yang tampil dengan gaya bicara yang tenang, kalem, dan lembut. Juru bicara yang tampil dengan ekspresi yang tidak mudah terpancing emosi, berbicara dengan bahasa tubuh kokoh, dan tutur kata yang datar.

Juru bicara KPK adalah contoh juru bicara dengan gaya bicara yang kalem. Sebelum Febri Diansyah menjadi juru bicara KPK, juru bicara KPK sebelumnya, Johan Budi, juga memiliki gaya bicara yang kalem.  Dan, setelah menjabat sebagai juru bicara presiden, Johan Budi juga tetap memiliki gaya bicara yang tenang, teguh, dan lembut.

Gaya bicara juru bicara KPK Febry Diansyah
Gaya bicara juru bicara KPK Febry Diansyah

Gaya Bicara Juru Bicara Yang Ideal-Antusias

Sang juru bicara yang berbicara dengan antusias, meledak-ledak dan penuh dengan semangat membara. Para pembicara yang antusias berbicara dengan tutur kata yang cepat, bahasa tubuh yang dinamis, dan gerakan tubuh yang aktif.

Salah satu juru bicara yang berbicara dengan gaya antusias adalah Ichsanuddin Noorsy. Setiap kali berbicara, anda akan merasakan adanya intonasi yang berirama, dinamis, dan penuh tekanan. Pada saat berbicara, juru bicara yang antusias akan cenderung atraktif. Wajah, tangan, dan bahasa tubuh seirama dengan kata-kata yang diungkapkan secara percaya diri.

gaya bicara juru bicara yang ideal- pembicara yang antusias ichsanuddin noorsy
gaya bicara juru bicara yang ideal- pembicara yang antusias ichsanuddin noorsy

Gaya Bicara Juru Bicara Yang Ideal-Perpaduan

Pada saat tertentu, sang juru bicara berbicara dengan kalem dan pada saat yang lain bisa berbicara dengan antusias. Gaya bicara ini dapat dikondisikan oleh situasi, masalah, dan pertanyaan yang disampaikan oleh audiens pendengar.

Salah satu juru bicara yang mengembangkan gaya bicara kolaborasi adalah Ruhut Sitompul. Pada saat tertentu, sang juru bicara  bisa berbicara dengan gaya kalem, lembut, dan tenang, tetapi saat yang lain bisa berbicara dengan gaya meledak-ledak.

gaya bicara juru bicara yang ideal juru bicara Ruhut Sitompul
gaya bicara juru bicara yang ideal juru bicara Ruhut Sitompul

Gaya Bicara Juru Bicara Yang Ideal

Para juru bicara memiliki style atau gaya bicara yang sesuai dengan keunikan dan kepribadiannya. Tentu, setiap juru bicara ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Akan tetapi, akan sulit untuk menentukan gaya bicara yang manakah yang terbaik.

gaya bicara juru bicara yang ideal-pembicara kalem ala juru bicara presiden Johan Budi
gaya bicara juru bicara yang ideal-pembicara kalem ala juru bicara presiden Johan Budi

Salah satu cara terbaik untuk menentukan gaya bicara ideal adalah dengan bersikap jujur dengan diri sendiri. Jadilah pribadi yang otentik, mengungkapkan diri secara utuh, dan menampilkan yang terbaik dari diri sendiri.

Saat berbicara, usahakan tampil sebagaimana diri anda yang sebenarnya. Jika anda cenderung berbicara dengan kalem, maka jadilah juru bicara yang lembut, tenang, dan datar. Jika anda cenderung bergairah, bersemangat, dan berkobar-kobar, maka jadilah pembicara yang antusias. Dan, jika anda dapat memadupadankan gaya bicara ini, sesuai dengan keperibadian anda, maka jadilah pembicara yang mengembangkan kolaborasi antara ketenangan dan kegairahan. (Bertinus Sijabat, Penulis buku “Most Valuable Speakers”)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*