Menjadi Pembicara Yang Efektif

Menjadi Pembicara Yang Efektif Di Depan Umum
Menjadi Pembicara Yang Efektif Di Depan Umum

Jurubicara.com-Kursus Public Speaking Di Yogyakarta. Menjadi pembicara yang efektif adalah sebuah proses dan tujuan yang penting bagi setiap pembicara. Perjalanan untuk mencapai kemampuan ini tidaklah mudah. Namun, pembicara yang efektif tentu akan bertambah matang seiring bertambahnya jam terbang berbicara di hadapan beragam audiens pendengar.

Sebagian pembicara yang efektif mungkin mampu berbicara dengan percaya diri di depan audiens yang sudah familier. Tetapi, berbicara di depan audiens penentu keputusan dan kebijakan tertinggi, tentu tidak semudah itu, bukan?

Menjadi Pembicara Yang Efektif Ala Pembicara Handal Paul Smith
Menjadi Pembicara Yang Efektif Ala Pembicara Handal Paul Smith

Menjadi Pembicara Yang Efektif Pengalaman Personal

Paul Smith, dosen pasca sarjana di Universitas Xavier ini, memperoleh kesempatan langka untuk berbicara di hadapan CEO Procter & Gambel. Presentasi ini dilakukan di sebuah ruang rapat dewan direktur perusahaan. Durasi waktu yang diberikan hanya selama 20 menit.

Presentasi ini merupakan presentasi pertama Paul Smith di depan CEO perusahaan multinasional. Jadi, Paul Smith benar-benar berusaha mengerahkan seluruh kekuatan, ide, dan performa terbaik yang dimilikinya.

Menjadi Pembicara Yang Efektif tampil percaya diri
Menjadi Pembicara Yang Efektif tampil percaya diri

Menjadi Pembicara Yang Efektif-Lebih Sedikit Slide

Saat sang CEO masuk ke dalam ruangan, dia mengambil tempat duduk persis di bawah layar proyektor. Tampaknya, pemilihan tempat duduk ini memang dilakukan secara sengaja. Sehingga, selama penyampaian presentasi, sang CEO tidak pernah menoleh ke arah slide yang ditampilkan oleh Paul Smith.

Dalam keadaan seperti ini, Paul Smith harus mengoptimalkan pesan yang disampaikannya dengan kata-kata yang jelas. Sekarang, dia tidak boleh mengandalkan slide materi presentasi. Pada titik ini, maka pesan verbal dan non verbal yang harus berbicara secara lebih lantang.

Menjadi Pembicara Yang Efektif Di Depan Umum
Menjadi Pembicara Yang Efektif Di Depan Umum

Menjadi Pembicara Yang Efektif-Lebih Banyak Cerita

Paul Smith, penulis buku “Lead With A Story” ini memutuskan untuk menampilkan lebih banyak cerita yang sesuai dengan materi presentasi. Tujuannya jelas, Paul Smith sadar bahwa cerita akan lebih mudah dimengerti, lebih mudah diingat, dan lebih efektif untuk menyampaikan pesan.

Selama durasi waktu 20 menit, sang CEO tidak pernah membalikkan tubuhnya untuk melihat ke arah layar proyektor. Sang CEO hanya fokus kepada materi presentasi yang disajikan oleh Paul Smith.

Saat itu, Paul Smith sudah mencium aroma kegagalan. Anehnya, seusai acara, rekomendasi yang disampaikannya justru disetujui oleh sang CEO. Dan, ini berarti dia berhasil menjadi pembicara yang efektif.

Menjadi Pembicara Yang Efektif Menurut Pembicara Handal Paul Smith
Menjadi Pembicara Yang Efektif Menurut Pembicara Handal Paul Smith

Menjadi Pembicara Yang Efektif-Lebih Adaptable

Paul Smith, dosen pasca sarjana di Universitas Cincinnati, mengakui betapa dia sempat khawatir, gelisah, dan bingung. Bagaimanapun juga, pengalaman menghadapi audiens yang unik ini merupakan hal baru baginya. Dan, justru pengalaman ini menjadi titik balik bagi Paul Smith.

Pasca presentasi ini, Paul Smith mulai mengubah performa penampilannya. Dia mengurangi tayangan slide yang berlebihan, mulai mengembangkan cerita sesuai konteks, dan lebih menyesuaikan diri dengan keunikan audiens pendengar.

Menjadi Pembicara Yang Efektif Paul Smith Lead With A Story
Menjadi Pembicara Yang Efektif Paul Smith Lead With A Story

Tips Public Speaking- Menjadi Pembicara Yang Efektif

Pembicara yang efektif tidak hanya mengandalkan slide presentasi. Justru, pembicara yang efektif lebih mengandalkan performa pribadi, sehingga audiens pendengar dapat menikmati pesan verbal dan non verbal secara utuh.

Pembicara handal juga berani mengembangkan kemampuan story telling atau menyampaikan presentasi dengan cerita.  Dengan story telling yang baik, maka audiens pendengar akan menikmati pesan moral, prinsip, dan inti pesan dengan lebih mudah.

Lalu, mulailah mengembangkan kebiasaan beradaptasi dengan situasi. Jadi fleksibel dan adaptabel berarti mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan situasional tanpa harus mengorbankan integritas. Bukankah pembicara  handal berbicara untuk kepentingan, keuntungan, dan kebahagiaan audiens? (Bertinus Sijabat-jurubicara.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*