Menjadi Pembicara Teladan Dengan Integritas

menjadi pembicara teladan dengan integritas menurut Jendral Schwarzkopf
menjadi pembicara teladan dengan integritas menurut Jendral Schwarzkopf

Jurubicara.com-Training Public Speaking Yogyakarta. Menjadi Pembicara teladan dengan integritas berarti menjadi pribadi yang mampu menjadi contoh dan bukti valid akan hidup yang bersahaja. Pembicara teladan tidaklah harus menjadi sempurna di dalam segala hal, tetapi harus mampu menghidupi pesan yang disampaikannya.

Sosok dengan integritas berarti sosok yang jujur, dapat dipercaya, dan berkarakter baik.Pribadi dengan integritas berarti pribadi yang berkata “ya jika ya” dan “tidak jika tidak”. Bagi pembicara teladan dengan integritas, tidak ada wilayah abu-abu, hitam berarti hitam dan putih berarti putih.

menjadi pembicara teladan dengan integritas cara berbicara di depan umum
menjadi pembicara teladan dengan integritas cara berbicara di depan umum

Menjadi Pembicara teladan dengan integritas Ala Jendral Schwarzkopf

Jendral Norman Schwarzkopf mengungkapkan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memimpin dengan karakter yang besar. Baginya, pemimpin dengan karakter besar berarti pribadi terbaik yang mampu membawa pasukan menjadi lebih baik.

Menurut Jendral Norman Schwarzkopf, setidaknya ada tiga ciri utama seorang pembicara teladan dengan integritas. Pertama, kebiasaan memperlakukan bawahan. Kedua, keselarasan antara ucapan dan perbuatan. Kemudian, kemampuan memberi contoh yang baik.

menjadi pembicara teladan dengan integritas dengan keterampilan public speaking
menjadi pembicara teladan dengan integritas dengan keterampilan public speaking

Menjadi Pembicara teladan dengan integritas-kebiasaan memperlakukan bawahan

Banyak pembicara yang mampu berbicara dengan sangat baik di depan atasan, di depan orang yang dihormati, dan di depan orang yang penting. Banyak pembicara yang mampu berbicara dengan sopan di depan umum, di depan orangtua, dan di depan tokoh panutan. Banyak pembicara yang mampu berbicara dengan elegan di depan wartawan, massa, dan saat diawasi.

Namun, bagi Jendral Schwarzkopf, kemampuan berbicara di depan umum harus dikontraskan dengan kebiasaan memperlakukan bawahan. Parameter kemampuan berbicara yang baik harus dilihat dari cara berbicara kepada bawahan, orang yang lebih rendah, dan orang yang tidak berdaya.

Apakah intonasi, ritme, dan volume suara anda sama baiknya saat berbicara di depan bawahan dan atasan? Apakah gaya bahasa, nada suara, gerak tubuh anda sama baiknya di depan bawahan dan atasan? Apakah pesan, kata-kata, dan materi yang anda sampaikan sama kualitasnya di depan bawahan dan atasan? Jika anda seorang pembicara teladan dengan integritas, maka jawabannya adalah ya! Namun, integritas anda perlu dipertanyakan jika terjadi ketidakseimbangan, perbedaan dan kontras di dalam hal ini.

menjadi pembicara teladan dengan integritas
menjadi pembicara teladan dengan integritas

Menjadi Pembicara teladan dengan integritas-Keselarasan Ucapan dan Perbuatan

Pembicara yang sekedar fasih berbicara tanpa melakukan adalah pembicara yang ingkar janji. Pembicara yang bisa fasih berkata-kata tanpa melakukan aksi nyata adalah pembicara asal bunyi. Pembicara yang hanya fasih bercuap-cuap tanpa makna yang jelas adalah tong kosong nyaring bunyinya.

Pembicara yang hanya baik di dalam perkataan, tetapi buruk di dalam tindakan bukanlah pembicara teladan. Pembicara yang baik di dalam bertindak, tetapi kurang mampu berkomunikasi bukanlah pembicara teladan. Pembicara yang mengucapkan apa yang tidak dikerjakannya bukanlah pembicara teladan.

Keselarasan antara ucapan dan perbuatan berarti melakukan sesuai dengan apa yang diucapkan. Keselarasan berarti terciptanya kesesuaian yang harmonis antara perbuatan dan perkataan. Keselarasan berarti adanya kesamaan antara teori dan praktek. Keselarasan berarti kecocokan antara opini  dan aspirasi  pribadi.

menjadi pembicara teladan dengan integritas kuasai keterampilan public speaking
menjadi pembicara teladan dengan integritas kuasai keterampilan public speaking

Menjadi Pembicara teladan dengan integritas- kemampuan memberi contoh yang baik

Menjadi pembicara teladan dengan integritas berarti memberi contoh, fakta, dan bukti yang valid. Menjadi pembicara teladan berarti berani memberi contoh terlebih dahulu, fakta kerja sebelumnya, dan bukti yang baik di depan.

Pembicara teladan bukan sekedar pembicara yang mampu berbicara dengan kata-kata manis belaka. Pembicara teladan bukan sekedar  memberi perintah tentang apa yang harus dikerjakan.Pembicara teladan bukan sekedar menyampaikan cerita inspirasi belaka.

Menjadi pembicara teladan dengan integritas berarti mampu menjadikan dirinya sebagai laboratoirum hidup yang terlihat, terdengar, dan terasakan oleh orang lain. Menjadi pembicara teladan berarti mampu menyampaikan materi presentasi sama baiknya dengan mengerjakannya. Menjadi pembicara teladan berarti mampu menyampaikan fakta, data, dan kisah yang tak terbantahkan!

menjadi pembicara teladan dengan integritas menurut Jendral Schwarzkopf
menjadi pembicara teladan dengan integritas menurut Jendral Schwarzkopf

Tips public speaking -Menjadi Pembicara teladan dengan integritas 

Pembicara teladan mampu berbicara di depan umum, di depan bawahan, dan di depan atasan sama baiknya. Pembicara teladan mampu memberi bukti, contoh, dan fakta sama baiknya dengan perkataannya. Pembicara teladan mampu menjaga kesesusaian antara kata dan kerja.

Menjadi pembicara teladan dengan integritas berarti menjadi pribadiyang mengembangkan kebiasaan memperlakukan bawahaan dengan baik,  mengembangkan keselarasan antara perkataan dan perbuatan, dan mengembangkan kemampuan memberi contoh terlebih dahulu. Jadi, pembicara teladan berbicara, berpikir, bekerja, dan bertindak sama baiknya! (Bertinus Sijabat-www.jurubicara.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*