Cara Menjadi Trainer Yang Baik

Cara menjadi trainer yang baik
Cara menjadi trainer yang baik

Jurubicara.com-Kursus Public Speaking Di Yogyakarta. Cara menjadi trainer yang baik adalah optimalisasi kesempatan, keterampilan public speaking secara terencana. Hal ini berarti, trainer yang baik tidak sekedar menyampaikan materi presentasi, tetapi juga bertanggungjawab atas ada tidaknya perubahan pada audiens pasca pelatihan.

Jika sekedar menuntaskan materi presentasi, lalu cuek, maka semua trainer juga bisa melakukannya. Tetapi, trainer yang baik memiliki kualifikasi istimewa yang tidak ditemukan pada trainer biasa. Trainer yang baik mengembangkan kebiasaan untuk menantang diri sendiri dan audiens pendengar untuk meraih prestasi yang lebih.

Cara menjadi trainer yang baik
Cara menjadi trainer yang baik

Cara menjadi  trainer yang baik

James Lee Valentine, penulis buku “The Man Of Power” mengungkapkan perbedaan antara trainer yang baik dengan yang biasa saja. Menurutnya, seorang trainer yang baik itu harus berani menantang audiens untuk mengambil keputusan.

Pada titik ini, trainer yang baik harus membagi audiens pendengar menjadi 3 kelompok. Pertama, kelompok audiens yang tidak pernah berani mengambil keputusan.  Kedua, kelompok audiens yang mengambil keputusan yang tidak tepat. Dan ketiga, kelompok audiens yang berani mengambil keputusan yang benar.

cara menjadi trainer yang baik James Lee Valentine
cara menjadi trainer yang baik James Lee Valentine

Cara menjadi  trainer yang baik-Mengarahkan pengambilan keputusan

Trainer yang baik harus belajar untuk mengetahui siapa saja audiens yang sekedar ikut-ikutan, sekedar melaksanakan tugas, dan mampu mengambil keputusan. Oleh karena itu, mintalah respon, reaksi, dan ajukan pertanyaan untuk mengetahui kecendrungan ini.

Biasanya, kelompok audiens yang sekedar ikut-ikutan hadir di dalam acara sangat pasif, cuek, dan kaku. Kelompok audiens ini hadir di dalam ruang pelatihan, tetapi pikirannya berada ditempat lain. Kelompok ini terkesan gelisah, tidak dapat menikmati suasana, dan tidak sabar menanti hingga acara selesai.

Trainer yang baik harus berani mengajukan pertanyaan yang menantang pada audiens yang seperti ini. Berikan alternatif pilihan kepada mereka, sehingga mereka harus memutuskan, berada di dalam kelas atau keluar!

cara menjadi trainer yang baik pembicara efektif dengan tampil percaya diri
cara menjadi trainer yang baik pembicara efektif dengan tampil percaya diri

Cara menjadi  trainer yang baik-Mengarahkan Komitmen

Kelompok audiens yang sekedar melaksanakan tugas butuh penanganan yang khusus. Kelompok audiens ini berani mengambil keputusan, tetapi membutuhkan instruksi atau perintah yang jelas.

Pada titik ini, seorang trainer yang baik harus menuntun audiens untuk memutuskan tindakan yang benar. Mintalah agar audiens memiliki komitmen yang seutuhnya agar dapat menikmati manfaat yang lebih baik. Disisi lain, sang trainer juga harus memberikan perhatian, atensi, dan dukungan agar audiens bisa mandiri saat memberikan komitmen.

cara menjadi trainer yang baik berbicara percaya diri di depan umum
cara menjadi trainer yang baik berbicara percaya diri di depan umum

Cara menjadi  trainer yang baik-Memberdayakan

Kelompok audiens yang hadir dengan kesadaran penuh berani mengambil keputusan, memiliki komitmen, dan melibatkan diri sesuai keputusan yang telah diambilnya. Pada situasi ini, trainer yang baik harus bersedia untuk memberdayakan audiens ini.

Berikan kesempatan untuk menunjukkan keahlian, menampilkan gagasan, dan mengungkapkan potensinya. Kelompok audiens yang diberdayakan cenderung mampu menunjukkan keunggulan, keistimewaan, dan prestasi yang lebih baik.

cara menjadi trainer yang baik pembicara yang baik di depan umum
cara menjadi trainer yang baik pembicara yang baik di depan umum

Tips Public Speaking- Cara menjadi  trainer yang baik

Cara menjadi trainer yang baik mencakup kemampuan untuk mengarahkan pengambilan keputusan, mengarahkan komitmen, dan memberdayakan. Agar mampu melakukannya, maka sang trainer yang baik mengajukan pertanyaan yang tepat kepada audiens pendengar.

Lalu, kapankah pertanyaan ini harus diajukan? Menurut saya, sebaiknya pertanyaan ini diajukan diawal, ditengah, dan diakhir acara. Mengapa demikian, agar audiens pendengar memahami esensi, tujuan, dan makna pelatihan secara utuh. (Bertinus Sijabat/jurubicara.com)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*